Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang
sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya
berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan
pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskerta, singaberi.
Tidak ada yang tahu persis asal mulanya tanaman jahe alias zingiber
officinale telah dikenal sebagai bumbu dapur yang berkhasiat obat sejak
ratusan tahun yang lalu.
Di cina, jahe kering telah dipakai sebagai bahan baku obat oleh
seorang tabib yang hidup pada zaman kaisar Shen Nong, yang hidup 2000
tahun sebelum masehi. Di cina juga di temukan dua buku kedokteran yang
pertama kali membahas khasiat jahe segar pada tahun 500 masehi.
Selain di negeri tirai bamboo, yang dikabarkan telah mengenal jahe 2000
tahun sebelum masehi adalah india.
Negara-negara barat juga banyak yang memanfaatkan jahe sebagai OBAT TRADISIONAL
Setidaknya itu dibuktikan dengan bahasan khasiat tanaman jahe yang
tertulis pada buku kedokteran anglo saxon yang terbit pada abad ke 11.
Dua abad kemudian, jahe merupakan bumbu dapur yang sangat popular di
inggris, setelah lada hitam. Harga bumbu dapur ini juga ketika itu
selangit, untuk memperoleh 1 pon ( setengah kilogram) jahe, harus
mengeluarkan uang yang nilainya setara sengan seharga seekoor domba.
SEJARAH PENGOBATAN
Di cina, jahe segar di anggap berbeda dengan jahe kering. Bahkan ada seorang ahli tumbuhan kuno yang mengira jahe berasal dari dua tanaman yang berbeda. Ahli pengobatan sering memakai jahe segar untuk mengusir ‘hawa dingin’ atau ‘ racun’ dan mengurangi rasa mual. Sementara jahe kering di pakai untuk menyembuhkan kekurangan ‘hawa dingin’ pada nyeri lambung , nyeri perut, diare, batuk dan rematik.
Di cina, jahe segar di anggap berbeda dengan jahe kering. Bahkan ada seorang ahli tumbuhan kuno yang mengira jahe berasal dari dua tanaman yang berbeda. Ahli pengobatan sering memakai jahe segar untuk mengusir ‘hawa dingin’ atau ‘ racun’ dan mengurangi rasa mual. Sementara jahe kering di pakai untuk menyembuhkan kekurangan ‘hawa dingin’ pada nyeri lambung , nyeri perut, diare, batuk dan rematik.
Di india jahe segar juga dimanfaatkan untuk mengobati mual, asma,
batuk dan rasa nyeri yang hebat dan mendadak, juga dipakai untuk
mengatasi jantung berdebar-debar, gangguan pencernaan, nafsu makan
menurun dan rematik bahkan , pada abad ke 19, sari jahe menjadi obat
asma dan batuk yang popular di india. Untuk obat batuk, sari jahe di
campur jus bawang putih segar dan madu, sedangkan untuk meredakan
mual, jahe segar ditambah sedikit madu dan sejumput bulu burung merak
bakar. Bubuk jahe segar juga bisa di campur air, kemudian di aduk
hingga berbentuk pasta dan dioleskan di pelipis untuk meredakan sakit
kepala.
Kebanyakan orang eropa minum teh jahe untuk mengatasi gangguan
pencernaan. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa minum dua atau tiga
cangkir penuh the jahe dapat mengurangi gejala gout
(penyakit radang sendi akibat kelebihan asam urat), perut kembung
atau gangguan pencernaan (akibat terlalu banyak minum minuman keras ).
Selain itu jahe juga memiliki khasiat memperlancar peredaran darah.
PENELITIAN TERBARU
Peneliti-penelit modern ternyata member dukungan terhadap penggunaan ‘ramuan tradisional’ jahe ini. Dari hasil penelitian, ekstrak jahe, baik dari jahe segar maupun jahe kering, berkhasiat dalam mengatasi infeksi bakteri, infeksi jamur, kejang, nyeri, luka serta gangguan lambung, tumor, kram dan reaksi alergi. Ekstrak jahe yang di teliti adalah sesuai standard gingerol, yaitu ekstrak yang tidak kehilangan rasa dan aroma jahe yang tajam.
Peneliti-penelit modern ternyata member dukungan terhadap penggunaan ‘ramuan tradisional’ jahe ini. Dari hasil penelitian, ekstrak jahe, baik dari jahe segar maupun jahe kering, berkhasiat dalam mengatasi infeksi bakteri, infeksi jamur, kejang, nyeri, luka serta gangguan lambung, tumor, kram dan reaksi alergi. Ekstrak jahe yang di teliti adalah sesuai standard gingerol, yaitu ekstrak yang tidak kehilangan rasa dan aroma jahe yang tajam.
Penelitian terhadap binatang percobaan tikus yang di lakukan di cina
dan Negara – Negara barat, menunjukan bahwa jahe segar ampuh untuk
meredakan nyeri dan infeksi. Percobaan in vitro (laboratorium)
memperlihatkan bahwa jahe menghambat oksidasi
sehingga dapat mengurangi resiko penyakit kanker, dan juga menghambat
pertumbuhan dari kuman.
Jahe juga bermanfaat untuk sirkulasi darah. Tumbuhan rimpang ini
memiliki khasiat antikoagulan (anti pembekuan darah) yang lebih hebat
dari pada bawang putih atau bawang merah. Jahe juga mampu menurunkan kadar kolesterol
karena bisa mengurangi penyerapan kolesterol dalam darah dan hati.
Penelitian yang dilakukan oleh ahli-ahli di jepang memperlihatkan bahwa
jahe dapat menurunkan tekanan darah dengan jalan mengurangi laju aliran
darah perifer (aliran darah tepi).
Para ahli juga ada yang mencoba jahe untuk mengobati migren.
Pengujian ini di dorong terapi ayurveda untuk mengobati gangguan pada
sistem saraf. Khasiat jahe sebagai obat migren ini masih memerlukan
penelitian lebih lanjut.
Pada umumnya penelitian jahe diutamakan untuk mengetahui efeknya
terhadap pencernaan. Di negeri cina, hasil penelitian yang dilakukan
terhdap manusia menunjukan bahwa minuman yang terbuat dari jahe
dapat menurunkan sekresi asam lambung selama beberapa jam. Kemudian
meningkat kembali setelah beberapa lama. Penelitian lainnya menyatakan
bahwa akar jahe kering akan memperkuat lambung, usus halus dan mencegah
muntah.
Penelitian terbaru menunjukan ekstrak aseton dan methanol yang
berasal dari jahe memiliki efek yang kuat untuk menghambat terjadinya
tukakl ( luka) pada lambung. Penelitian lainnya menunjukan bahwa
gingerol mampu mengatasi afek toksisitas (keracunan) pada hati dengan
jalan meningkatkan asam empedu.
Jahe hangat (rebusan air jahe segar) dapat mengobati berbagai penyakit ringan seperti:
1. Sariawan
Rebus jahe segar (800 gr) dan masukkan ke dalam mangkok yang siap
digunakan. Gunakanlah rebusan air jahe hangat tersebut untuk berkumur,
2-3 kali sehari. Enam hingga sembilan kumuran akan memiliki hasil yang
luar biasa.
2. Periodontitis
Kumur mulut dengan air jahe hangat pada pagi dan malam hari. Jika
tenggorokan terasa sakit atau gatal, jahe hangat dapat ditambahkan garam
dan gunakan 2-3 kali sehari.
3. Kerusakan gigi
Kumurlah mulut dengan jahe hangat pagi dan malam hari. Minum air jahe
sebagai minuman sehari-hari dapat membantu mencegah dan meringankan
gejala tersebut.
4. Migren
Rendam tangan dalam air jahe hangat selama 15 menit. Cara semacam ini dapat membantu meringankan rasa sakit.
5. Mabuk
Minumlah air jahe hangat. Ketika seseorang mabuk, air jahe akan
meningkatkan sirkulasi untuk membantu menghilangkan etanol dari tubuh.
Dapat pula ditambahkan madu untuk meningkatkan rasa.
6. Jerawat
Cuci wajah dengan air jahe hangat pagi dan malam hari. Kondisi ini akan
dapat meringankan bahkan menghilangkan jerawat dalam waktu 60 hari.
Cara ini dapat pula diterapkan untuk menghilangkan bintik-bintik hitam
dan kulit kering.
7. Ketombe
Gosoklah jahe mentah ke dalam rambut. Kemudian bilas dengan air jahe
hangat. Metode ini juga dapat membantu mencegah rambut rontok. Di
sejumlah toko di Tiongkok, mereka memiliki cara khusus menggunakan air
jahe hangat untuk mencuci rambut. Banyak orang telah menikmati perawatan
ini dengan hasil yang baik. Mencuci rambut dengan air jahe merupakan
resep kuno peninggalan nenek moyang.
8. Nyeri Pinggang dan Punggung
Tambahkan sedikit garam dan cuka ke dalam air jahe hangat. Rendamlah
handuk dengan air ini. Kemudian bilas dan tempel pada tempat yang terasa
sakit. Ulangi beberapa kali. Metode ini dapat melemaskan otot dan
membantu sirkulasi darah sehingga mengurangi rasa sakit.
9. Kaki Bau
Tambahkan garam dan cuka ke dalam air jahe hangat. Rendam kaki selama
15 menit. Kemudian keringkan kaki dengan handuk lalu taburkan bedak
talk. Selamat mencoba!!
10. Tekanan darah tinggi
Rendam kaki dalam air jahe hangat selama 15 menit. Metode ini membantu
sirkulasi darah dengan cara refleksologi untuk menurunkan tekanan
darah.
11. Pilek
Rendam kaki hingga ke pergelangan dalam air jahe panas. Tambahkan garam
dan cuka serta tambahkan air hangat secara terus menerus. Rendam sampai
kaki berubah menjadi merah, metode ini juga baik untuk menghilangkan
sakit kepala dan batuk.




0 komentar:
Posting Komentar